Doa Supaya suami selalu rindu istri

Doa Supaya suami selalu rindu istri. Dalam rumah tangga kerjasama dan komunikasi suami dan istri adalah hal paling penting untuk mempertahankan keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Namun terkadang, makin lama menjalani rumah tangga, bukannya semakin menguatkan cinta suami istri malah semakin meningkatkan rasa bosan. Rasa bosan tersebutlah yang membuat suami menjadi tidak betah dirumah, pulang terlambat, bahkan sering tidak pulang.

Perubahan sikap suami tersebutlah yang memicu sering terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga. Terlebih jika saat ini anda dan suami sedang menjalani hubungan jarak jauh, sebagai istri, pastinya anda sering diliputi perasaan takut, gelisah dan khawatir suami melakukan perselingkuhan dengan wanita lain. Namun tenang saja, kali ini Miss Rahma akan berikan doa agar suami selalu merindukan istri.

Continue reading “Doa Supaya suami selalu rindu istri”

84 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Membuat Suami menjadi Romantis Menggunakan Amalan Mahabbah

Pada umumnya perempuan pasti sependapat kalau memiliki suami itu yang mampu membahagiakan istri sepenuhnya. Biarpun terkadang berjalannya usia ada saja perilaku suami yang mulai berubah dan membuat istri sedih,

Anda tidak perlu resah dengan keadaan suami yang kelihatan berubah dari awal pernikahan.  Tetaplah menjadi istri yang selalu melayani suami dengan baik. Jalinlah komunikasi dari hati ke hati dengan suami.

Di dalam hubungan pernikahan komunikasi itu sangat penting. Apalagi bagi Anda yang menjalani hubungan jarak jauh disebabkan suami bekerja di luar kota. Tidak bisa dipungkiri jika Anda sebagai istri maunya terus dimanja oleh suami.

Namun perlu Anda ingat kalau suami juga menginginkan hal yang sama dari Anda, Untuk itu dalam artikel kali ini kami berikan 4 tips cara menjaga hubungan suami istri tetap harmonis serta amalan mahabbah.

Tips yang pertama Saling menghormati, Menghormati kondisi suami atau istri akan membuat pasangan merasa dihargai.  Tidak peduli apakah Anda lebih tua atau lebih muda dibandingkan pasangan, yang paling penting adalah perilaku saling menghormati antara Anda dan pasangan harus tercipta dan terjaga.

Tips yang kedua komunikasi yang baik, Ngomongin pendidikan anak atau mencari cara agar dapur tetap mengepul merupakan hal wajar untuk pasangan. Akan tetapi cara mempertahankan hubungan suami istri adalah dengan meluangkan banyak waktu. Untuk berbincang hal-hal seru dan mengasyikkan bersama adalah hal sederhana akan tetapi terasa sangat spesial bagi pasangan.

Tips yang Ketiga Berbagi kesedihan dan kegembiraan, Suami dan istri adalah pasangan dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam hubungan pernikahan, untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami. Oleh sebab itu, menjaga hubungan suami istri tetap harmonis dengan berbagi suka duka bersama.

Tips yang keempat Lakukan hal romantis, Pastinya tidak semua orang berhasil membuat suasana yang romantis untuk pasangannya, bahkan ada juga pasangan justru tidak berhasil menghadirkan keromantisannya.

Bisa dikatakan 4 tips tadi adalah bentuk usaha lahir yang bisa atau perlu Anda praktekan. Dan untuk penyeimbangnya bisa mengerjakan usaha batin atau spriritual. Setiap orang yang mempunyai masalah pernikahan mencoba untuk mempelajari bacaan mahabbah.

Akan tetapi tidak semua orang bisa memperlajari mahabbah dengan baik dam benar. Disebabkan tingkat spiritual dan keyakinan yang kurang kuat. Disini kami akan bagikan ilmu mahabbah yang simpel untuk Anda semua. Bacaan dan tirakatnya tidak berat.

– Bacalah Surat Al Fatihah sebanyak 77 kali.

– Wiridkan Al Waduud sebanyak 199 kali.

Dan bacakan doa mahabbah ini sebanyak 33 kali

“Idz qola Yusufu li abihi ya abati inni roaitu ahada ‘asyaro kaukabaw wasy-syamsa wal qomaro roaituhum li sajidin”

Amalkan seusai shalat hajat 4 rakaat pada tengah malam. Dan lakukan selama waktu 7 hari. Semoga hajat Anda diijabah oleh Allah SWT, karena hanya kepadaNya kita memohon pertolongan.

khusus untuk Anda yang memang merasa doa ini sukar dikerjakan, kami berikan solusi lain agar hajat Anda bisa terselesaikan. Untuk mendapatkannya silakan hubungi kami dengan cara klik gambar dibawah ini.

228 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Doa Nabi Yusuf Saat Bercermin Dan Berhias Diri

Doa Nabi Yusuf Saat Bercermin biasa diamalkan seseorang untuk memancarkan aura wajah, untuk menampakkan aura pengasihan dan untuk membuka pancaran daya tarik seseorang.

Berbeda dengan Doa Nabi Yusuf saat bercermin dan berhias diri ini yang memiliki khasiat agar lebih menarik dan memikat lawan jenis. Baik pria dan wanita bisa mengamalkan doa ini supaya bisa mendapatkan jodoh idaman yang selama ini diinginkan.

Begitu banyak keistimewaannya, jadi sangat disayangkan apabila anda tidak mengamalkan amalan Nabi Yusuf untuk menaklukkan lawan jenis ini.

Saat bercermin dan berhias diri, seseorang akan menjadi lebih menarik apalagi ditambah dengan doa ini. Nabi Yusuf dikenal sebagai Nabi yang paling tampan di dunia.

Sehingga dengan amalan doanya bisa menjadikan pria bertambah tampan dan wanita bisa bertambah cantik rupawan. Selain itu, Doa ini mampu membuka aura wajah sehingga nampak berseri, menyenangkan hati siapa saja yang memandang.

Keistimewaan ini berawal dari kisah Dalam Al Qur’an. yang menjelaskan bahwa wanita-wanita yang melihat Nabi Yusuf baik wanita muda, tua bahkan yang sudah memiliki suami pun tersepona dengan keelokan wajah Nabi Yusuf AS.

Hingga sampai saat ini kisah cerita Nabi Yusuf masih terkenal dan masih diingat oleh mastarakat. Akan kami bagikan Doa Nabi Yusuf dalam artikel kali ini.

Doa Nabi Yusuf Saat Bercermin dan Berhias Diri

Saat bercermin atau sedang berhias diri, anda bisa membaca doa berikut ini :

Allahumma ‘alnii nuuru Yusufa ‘ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan

YANG ARTINYA :

Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta cinta kasih kepadaku.

CARA MENGAMALKAN :

Bacalah tersebut diatas sebanyak 7 kali sesudah sholat 5 waktu sambil tangan menengadah. Bacalah dengan cara menahan Nafas lalu tiupkan doa tersebut pada kedua telapak tangan anda, lalu usap dimuka atau wajah secara rutin.

Apabila anda hendak bercermin, berkaca ataupun berhias diri maka bacalah rutin doa diatas sebanyak 7 kali pengulangan. Demikian doa nabi Yusuf saat bercermin semoga dapat mengubah aura wajah anda nampak lebih cerah dan menyenangkan. Salam Rahayu.

162 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Mahabbah Lainnya:

  • allahumma alni nuuru yusufa
  • doa allahumajalni nura
  • Doa yusuf ayat 4 dan doa yusuf bercermin
  • https://ilmumahabbah com/tag/allahumma-ja-alni-nuuru-yusufa/
  • mahabnsh allahuma nuruyusuf
  • ya allah jadikanlah nur cahaya nabi yusuf pada wajahku dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta cinta kasih kepadaku

Doa Agar Pasangan Setia Sampai Mati

Pasangan yang setia adalah pasangan yang didamba setiap orang. Pria atau wanita setia itu lebih mahal dibanding apapun. Bahkan jika pria atau wanita itu adalah orang kaya raya namun tak memiliki kesetiaan maka tak ada pasangan yang akan bahagia bila bersamanya. Karena itulah kesetiaan adalah penting, kesetiaan adalah kunci dalam kebahagiaan cinta.

Ingat, Cinta bukan melulu soal uang, bukan materi atau hal duniawi lain. Cinta adalah kesetiaan, dimana cinta hanya tetap memilih satu hati untuk disinggahi. Ada sebuah doa agar pasangan setia sampai mati yang dipercaya mampu mengunci mata hati pasangan sehingga cintanya hanya tertuju pada kita. Dia tidak akan menyeleweng dan senantiasa mengingat kita, dan hanya kita yang selalu ada dalam hati dan pikirannya. Adapun bunyi doanya adalah melaui ayat berikut :

QUL IN KUNTUM TUHIBBUUNA ALLAHA FATTABI ‘UUNII YUHBIBKUMU ALLAHU WAYAGHFIRLAKUM ZUNUUBAKUM WALLAHU GHAFUURUN RAHIIM.

Artinya :

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Imran : 31)

Tata Cara Mengamalkan Doa Agar Pasangan Setia Sampai Mati

Doa agar pasangan setia sampai mati diatas bisa anda amalakan setelah selesai shalat fardhu. Bacalah sebanyak 11 kali secara rutin di lima waktu solat anda.

Dengan rutin dan istiqomah mengamalkannya, Semoga Allah SWT memberikan kerukunan, kentraman dalam rumah tangga Anda. Ingatlah bahwa menghadapi suami yang gemar berbuat maksiat dan gampang tergoda wanita lain memang bukan perkara mudah bagi seorang istri. Meskipun demikian, sebagai seorang istri perlu memiliki kesabaran ekstra dan konsistensi dalam memberikan nasihat kepada sang suami. Hal ini tentu saja bertujuan agar sang suami bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Begitupun sebaliknya, membimbing istri agar ia senantiasa menjadi istri setia dan berbakti pada suami adalah tidak mudah. Namun apapun itu istri tetaplah tanggung jawab bagi suaminya, harus diarahkan dan dibimbing ke jalan yang benar.

Nah, Jika Anda butuh konsultasi spiritual, Silahkan konsultasikan masalah kehidupan rumah tangga dan percintaan Anda kepada kami dengan cara Klik WhatsApp di bawah ini!

Salam Berkah untuk kita semua, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1,125 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Mahabbah Lainnya:

  • Amalan agar pasangan ingat kita terus mbak hidayah
  • doa pengunci hati pasangan agar pasangan cinta mati
  • doa agar pasangan setia sampai mati
  • al fatihah doa agar istri takut sama suami nya
  • doa supaya orang menuruti kemauan kita
  • doa nabi daud untuk suami tukang selingkuh
  • doa agar pasa
  • ilmu anti selingkuh
  • doa agar istri cinta mati sama suami
  • https://ilmumahabbah com/doa-agar-pasangan-setia-sampai-mati/
  • amalan agar istri cinta
  • amalan islami agar kekasih cinta mati hanya dengan kita
  • doa pengunci hati istri
  • Doa nabi yusuf agar istri tunduk
  • doa agar cinta mati
  • doa agar istri cinta suami
  • doa agar istri setia
  • doA agar istri sayang dan cinta

Doa untuk Ibu Hamil Lancar Melahirkan

Doa untuk Ibu Hamil Lancar Melahirkan Memperbanyak doa adalah hal yang sebaiknya dilakukan baik suami maupun istri agar saat istri melahirkan diberikan kelancaran dan tidak ada gangguan berarti. Selain itu, tentunya sebagai seorang yang akan menjadi ayah dan ibu, tentu anda menginginkan memiliki keturunan yang sholeh atau sholehah, berbakti pada kedua orang tua dan menjadi anak yang cerdas, cantik atau tampan menawan.

Lantas bagaimanakah cara agar ibu hamil agar diberi kelancaran hingga melahirkan dan kelak diberi keturunan terbaik?

Sebagai seorang muslim, anda patutnya memperdengarkan bacaan ayat suci Al Qur’an pada bayi dalam kandungan setiap hari selama 20-30 menit. Para ibu hamil bisa memutar mp3 atau sejenisnya dan didekatkan ke perut. Malah lebih baik lagi jika memungkinkan bagi ibu dan ayahnya untuk membaca Al Qur’an di dekat janin dengan suara khusyu, sehingga sang janin sudah bisa mengenali suara orang tuanya dan terbiasa mendengarkan firman Allah. Selain itu, ibu dan ayahnya juga bisa membacakan doa untuk ibu hamil ini setelah selesai melaksanakan sholat fardhu.

Doa untuk Ibu Hamil

Selain itu, anda juga bisa membacakan amalan doa untuk ibu hamil sebagaimana saat Putri Rasulullah hamil. Amalan ini tercantum dalam riwayat yang dikutip pada kitab Muhyiddin Syaraf An Nawawi, dari kitab Ibnus Sinni. Riwayat itu menyebutkan ketika putri Rasulullah Muhammad SAW, Fatimah RA akan melahirkan, Rasulullah meminta Ummu Salamah RA dan Zainab bin Jahsy RA mendatangi Fatimah dan membacakan Ayat Kursi, ayat 54 Surat Al A’raf, Surat Al Falaq dan Surat An Nas.

Surat Al A’Raf Ayat 54

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا

وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

INNA RABBAKUMU LAAHU LADZII KHALAQA SSAMAAWAATI WAL-ARDHA FII SITTATI AYYAAMIN TSUMMA ISTAWAA ‘ALAA L’ARSYI YUGHSYII LAYLA NNAHAARA YATHLUBUHU HATSIITSAN WASYSYAMSA WALQAMARA WANNUJUUMA MUSAKHKHARAATIN BI-AMRIHI LAA LAHU LKHALQU WAL-AMRU TABAARAKA LAAHU RABBU L’AALAMIIN

Artinya :

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Demikian informasi yang bisa kami berikan. Dengan membacakan doa untuk ibu hamil tersebut dengan istiqomah, Insya Allah ibu hamil akan diberikan kelancaran hingga persalinan dan akan diberikan keturunan terbaik seperti yang anda dan keluarga harapkan. Aamiin.

629 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Mahabbah Lainnya:

  • mbak hidayah doa ibu hamil
  • apakah setiap hari membaca kan surat yusuf untuk istriyg hamil
  • mbak hidayah doa ibu janin

Doa Keluarga Harmonis Sakinah Mawadah Warohmah

Doa Keluarga Harmonis Sakinah Mawadah Warohmah – Memiliki keluarga bahagia adalah impian semua orang, meski tidak mungkin hidup tanpa masalah, namun paling tidak kita bisa menyelesaikan masalah rumah tangga dengan baik. Salah satu Doa yang dapat anda gunakan untuk meraih kebahagiaan rumah tangga adalah Doa Keluarga Harmonis Sakinah Mawadah Warohmah.

Doa tersebut adalah doa anjuran Nabi Muhammad yang bisa anda jadikan pedoman dalam rumah tangga. Selain meraih keharmonisan dalam rumah tangga, doa tersebut juga memberi keberkahan dalam mencari nafkah untuk keluarga. Doa rumah tangga sakinah mawadah warohmah sangat mudah diamalkan yaitu anda cukup membacanya setiap selesai sholat fardhu atau sholat 5 waktu.

Berikut ini Doa nya :

Dilanjutkan dengan doa kelancaran rizki dalam rumah tangga yaitu :

Cara mengamalkan Doa rumah tangga sakinah mawadah warohmah ini sangatlah mudah :

  • Silahkan anda baca doa nya masing masing sebanyak 1 kali saja setiap selesai sholat sunnah maupun sholat fardhu lima waktu

Jika anda istiqomah dalam mengamalkannya insya’Allah selama anda membangun rumah tangga akan diberikan keharmonisan, tak ada halangan yang berarti, dalam mencari rizki pun dilancarkan. Amin..

 

Demikian Doa agar Rumah Tangga Sakinah Mawadah Warohmah, semoga membawa manfaat untuk anda. Baca Juga : Amalan Mahabbah Cepat Mendapatkan Keturunan.

1,026 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Mahabbah Lainnya:

  • gambar keluarga sakinah mawadah warohmah

Mencintai Seseorang Seperti Mencintai Diri Sendiri

Mencintai Seseorang Seperti Mencintai Diri Sendiri – Bagaimana cara kita mencintai saudara kita? Di sini dapat kita pelajari dari Hadits Arbain karya Imam Nawawi, no. 13.

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

Penjelasan Hadits Mencintai Seseorang Seperti Mencintai Diri Sendiri

 

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ

“Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan masuk ke dalam surga, hendaknya ketika ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah, dan hendaknya ia berperilaku kepada orang lain sebagaimana ia senang diperlakukan oleh orang lain.” (HR. Muslim, no. 1844)

Mencintai bisa jadi berkaitan dengan urusan diin (agama), bisa jadi berkaitan dengan urusan dunia. Rinciannya sebagai berikut.

1- Sangat suka jika dirinya mendapatkan kenikmatan dalam hal agama, maka wajib baginya mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya mendapatkan hal itu. Jika kecintaan seperti itu tidak ada, maka imannya berarti dinafikan sebagaimana disebutkan dalam hadits.

Jika seseorang suka melakukan perkara wajib ataukah sunnah, maka ia suka saudaranya pun bisa melakukan semisal itu. Begitu pula dalam hal meninggalkan yang haram. Jika ia suka dirinya meninggalkan yang haram, maka ia suka pada saudaranya demikian. Jika ia tidak menyukai saudaranya seperti itu, maka ternafikan kesempurnaan iman yang wajib.

Termasuk dalam hal pertama ini adalah suka saudaranya mendapatkan hidayah, memahami akidah, dijauhkan dari kebid’ahan, seperti itu dihukumi wajib karena ia suka jika ia sendiri mendapatkannya.

2- Sangat suka jika dirinya memperoleh dunia, maka ia suka saudaranya mendapatkan hal itu pula. Namun untuk kecintaan kedua ini dihukumi sunnah. Misalnya, suka jika saudaranya diberi keluasan rezeki sebagaimana ia pun suka dirinya demikian, maka dihukumi sunnah. Begitu juga suka saudaranya mendapatkan harta, kedudukan, dan kenikmatan dunia lainnya, hal seperti ini dihukumi sunnah.

Dapatkan Ilmu Mahabbah Nabi Yusuf

Cinta pada Muslim Sesuai Kadar Iman

Kita diperintahkan untuk mencintai sesama muslim. Allah Ta’ala berfirman,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71).

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata mengenai hadits di atas, “Di antara tanda iman yang wajib adalah seseorang mencintai saudaranya yang beriman lebih sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Ia pun tidak ingin sesuatu ada pada saudaranya sebagaimana ia tidak suka hal itu ada padanya. Jika cinta semacam ini lepas, maka berkuranglah imannya.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:305).

Sikap yang dilakukan oleh seorang muslim ketika melihat saudaranya yang melakukan kesalahan adalah menasihatinya. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Jika seseorang melihat pada saudaranya kekurangan dalam agama, maka ia berusaha untuk menasihatinya (membuat saudaranya jadi baik).” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:308).

Adapun jika muslim tersebut pelaku dosa besar seperti pemakan riba (rentenir) dan suka mengghibah (menggunjing), maka orang tersebut dicintai sekadar dengan ketaatan yang ada padanya dan dibenci karena maksiat yang ia terus lakukan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika ada dalam diri seseorang kebaikan dan kejelekan, dosa dan ketaatan, maksiat, sunnah dan bid’ah, maka kecintaan padanya tergantung pada kebaikan yang ia miliki. Ia pantas untuk dibenci karena kejelekan yang ada padanya. Bisa jadi ada dalam diri seseorang kemuliaan dan kehinaan, bersatu di dalamnya seperti itu. Contohnya, ada pencuri yang miskin. Ia berhak dihukumi potong tangan. Di samping itu ia juga berhak mendapat harta dari Baitul Mal untuk memenuhi kebutuhannya.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 28:209).

Ibnu Taimiyah melanjutkan, “Demikianlah prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Prinsip diselisihi oleh Khawarij dan Mu’tazilah serta yang sepaham dengan mereka. Mereka menjadi hanya berhak dapat pahala saja. Atau jika tidak yah mendapatkan siksa saja. Sedangkan Ahlus Sunnah berprinsip bahwa Allah menyiksa orang yang berbuat dosa besar yang pantas untuk disiksa. Mereka pun dapat keluar dari neraka dengan syafa’at sebagai karunia dari Allah. Sebagaimana hal ini didukung oleh hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Idem).

 

Faedah Hadits

 

Pertama: Yang dimaksud dalam hadits adalah tidak sempurnanya iman.

Kedua: Wajib mencintai saudara kita sebagaimana mencintai saudara sendiri. Di sini dikatakan wajib karena ada kalimat penafian umum.

Ketiga: Wajib meninggalkan hasad karena orang yang hasad pada saudaranya berarti tidak mencintai saudaranya seperti yang ia cintai pada dirinya sendiri. Bahkan orang yang hasad itu berangan-angan nikmat orang lain itu hilang.

Sedangkan pengertian hasad menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yaitu,

الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ

Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 10:111).

 

Tingkatan Hasad

 

1- Berkeinginan nikmat yang ada pada orang lain hilang meski tidak berpindah padanya. Orang yang hasad lebih punya keinginan besar nikmat orang lain itu hilang, bukan bermaksud nikmat tersebut berpindah padanya.

2- Berkeinginan nikmat yang ada pada orang lain hilang lalu berkeinginan nikmat tersebut berpindah padanya. Misalnya, ada wanita cantik yang sudah menjadi istri orang lain, ia punya hasad seandainya suaminya mati atau ia ditalak, lalu ingin menikahinya. Atau bisa jadi pula ada yang punya kekuasaan atau pemerintahan yang besar, ia sangat berharap seandainya raja atau penguasa tersebut mati saja biar kekuasaan tersebut berpindah padanya.

Tingkatan hasad kedua ini sama haramnya namun lebih ringan dari yang pertama.

3- Tidak punya maksud pada nikmat orang lain, namun ia ingin orang lain tetap dalam keadaannya yang miskin dan bodoh. Hasad seperti ini membuat seseorang akan mudah merendahkan dan meremehkan orang lain.

4- Tidak menginginkan nikmat orang lain hilang, namun ia ingin orang lain tetap sama dengannya. Jika keadaan orang lain lebih dari dirinya, barulah ia hasad dengan menginginkan nikmat orang lain hilang sehingga tetap sama dengannya. Yang tercela adalah keadaan kedua ketika menginginkan nikmat saudaranya itu hilang.

5- Menginginkan sama dengan orang lain tanpa menginginkan nikmat orang lain hilang. Inilah yang disebut dengan ghibthoh sebagaimana terdapat dalam hadits berikut.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, no. 73 dan Muslim, no. 816)

Inilah maksud berlomba-lomba dalam kebaikan seperti dalam ayat,

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin: 26)

 

Semoga bermanfaat. Baca Juga Amalan Mahabbah Asmaul Husna

 

1,110 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Suami Menuduh Istrinya Sendiri Selingkuh

Bagaimana jika Suami Menuduh Istrinya Sendiri Selingkuh?

 

Tafsir Surah An-Nuur Ayat 6-10

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ (6) وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (7) وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ (8) وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ (9) وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ (10)

Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. Dan andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan). (QS. An-Nuur: 6-10)

 

Maksud Ayat

Suami yang menuduh istrinya berselingkuh (berzina) namun ia tidak memiliki saksi atas tuduhannya tersebut kecuali dirinya sendiri, maka hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah. Bersumpah di sini disebut syahadat karena sebagai ganti dari syuhud (persaksian langsung). Ketika bersumpah hendaklah ia mengucapkan, “Aku bersaksi atas nama Allah, aku termasuk orang yang jujur atas tuduhan zina pada istriku.” Lalu ia mengucapkan sumpah kelima, “Laknat Allah bagiku jika aku termasuk orang-orang yang berdusta.” Jika telah mengucapkan sumpah tersebut, maka hukum qadzaf (delapan puluh kali cambukan) lepas dari suami yang menuduh tadi.

Kalau istri ingin selamat dari hukuman hadd zina (bisa jadi rajam jika ia muhshan, sudah berhubungan intim dengan suami; bisa jadi seratus kali cambukan jika ia belum muhshan, belum berhubungan intim dengan suami), maka ia membalas sumpah suaminya. Ia bersumpah sebanyak empat kali dan menyatakan bahwa suaminya benar-benar dusta. Lalu ditambahkan pada sumpah kelima bahwa baginya murka Allah jika memang suaminya termasuk orang yang jujur.

Inilah yang disebut LI’AN (saling bersumpah laknat). Jika sudah terjadi li’an, maka keduanya berpisah selamanya. Anak yang lahir tidak dinisbahkan kepada suaminya.

Ayat yang dikaji kali ini menunjukkan bahwa disyaratkan harus menggunakan lafazh tersebut dalam li’an, urutannya dibuat seperti itu pula, tidak boleh dikurangi maupun diganti.

Saling bersumpah laknat ini hanya terjadi jika suami menuduh istrinya selingkuh dan tidak sebaliknya. Lihat bahasan Tafsir As-Sa’di, hlm. 589-590.

Jika suami menuduh istrinya berzina, maka tidak lepas dari tiga keadaan: (1) ada bukti empat orang saksi yang menyaksikan langsung, maka ditegakkan hukuman hadd bagi istrinya, (2) wanita itu mengaku berzina, maka dikenakan hukuman hadd atas pengakuannya, (3) jika wanita itu mengingkari, maka di sinilah terjadi li’an (sumpah saling melaknat. Lihat penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim – Surat An-Nuur, hlm. 38.

Bagaimana jika suami sudah bersumpah empat kali ditambah penegasan pada yang kelima, lalu istri enggan membalas sumpahnya? Maka istri ditahan terlebih dahulu sampai ia mau mengaku berzina atau akhirnya harus saling bersumpah laknat (li’an). Namun dalam ayat disimpulkan jika istri tidak mau menjawab sumpah suaminya yang menuduhnya berzina, mak ia langsung dikenakan hukuman hadd zina. Lihat penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim – Surat An-Nuur, hlm. 39.

 

Faedah Ayat #06 – #10

  1. Hikmah yang Allah syariatkan bahwa ada pengecualian dari surah An-Nuur ayat 4 yang memberikan hukuman delapan puluh kali cambukan bagi penuduh zina lantas tidak memiliki empat saksi. Dalam ayat keenam hingga kesepuluh disebutkan bahwa hukuman qadzaf delapan puluh kali cambukan tidak berlaku kalau bersedia bersumpah saling melaknat (li’an).
  2. Hukum li’an ini berlaku bagi suami ketika ia menuduh istrinya selingkuh, tidak berlaku sebaliknya. Juga li’an ini berlaku bagi suami saja, tidak bagi yang lainnya yang menuduh zina.
  3. Asalnya, suami tidak mungkin menuduh istrinya sendiri berzina karena itu jadi aib baginya.
  4. Tidak sah li’an jika menuduh wanita lain (bukan istri) berzina. Yang ada jika yang menuduh tidak mendatangkan empat saksi, maka dikenakan delapan puluh kali cambukan (hukuman qadzaf).
  5. Li’an ini berlaku pada tuduhan suami ketika istrinya sudah digauli maupun belum digauli.
  6. Jika seseorang menuduh selain istrinya berzina (sampai yang dituduh adalah ibu, anak perempuan atau saudara perempuannya), maka tetap berlaku hukuman bagi yang melakukan qadzaf yaitu, ada tiga: (a) didera 80 kali cambukan, (b) ditolak syahadatnya selamanya (sampai bertaubat), (c) dihukumi fasik di sisi Allah dan sisi manusia. Seperti telah dibahas dalam edisi sebelumnya.
  7. Ada kaedah yang masyhur di kalangan para ulama, “al-badal lahu hukmul mubdal minhu (pengganti hukumnya sama seperti yang diganti)”. Dalam ayat yang dibahas, ketika suami menuduh zina istrinya harus mendatangkan empat orang saksi. Jika tidak, maka bersumpah dengan empat kali sumpah dan sumpah kelima adalah sumpah laknat.
  8. Sumpah yang dipakai dalam li’an adalah sumpah dengan nama Allah. Sumpah yang digunakan baiknya seperti yang disebutkan dalam ayat.
  9. Empat kali sumpah dalam li’an hendaknya diikutkan dengan laknat pada ucapan yang kelima untuk suami, dan ghadhab (murka Allah) pada ucapan kelima untuk istri.
  10. Dalam kasus li’an, suami bersumpah terlebih dahulu barulah istri.
  11. Boleh berdoa dengan dikaitkan syarat seperti pada doa shalat istikharah, “Allohumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoirun lii fii diini wa ma’asyi … (Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik untuk urusan agama dan duniaku …)”. Juga ada salah satu doa untuk mendoakan jenazah saat shalat jenazah, “In kaana muhsinan fazid fii ihsaanihi, wa in kaana musii-an fatajaawaz ‘anhu (jika ia adalah orang yang baik, maka tambahkanlah kebaikan untuknya; jika ia adalah orang yang jelek, maka maafkanlah kesalahan-kesalahannya).”
  12. Istri dikenakan hadd zina ketika suami bersumpah dengan nama Allah bahwa istrinya berzina. Namun jika istrinya mengingkari hal itu dengan bersumpah pula, maka ia bebas dari hukuman.
  13. Ghadhab (murka) itu lebih parah daripada laknat (kutukan). Kenapa sampai istri saat bersumpah dikenakan murka sedangkan suami dikenakan laknat? Kalau suami memulai sumpah dengan menuduh istrinya berzina itu sudah sangat berat dan ia sebenarnya tidak tega melakukannya kecuali itu benar-benar terjadi. Lalu jika istri memang benar-benar berselingkuh berarti ia menolak kebenaran padahal benar terjadi, maka balasannya yang pantas adalah mendapatkan murka (ghadhab) seperti halnya orang Yahudi yang menolak kebenaran dalam keadaan mengetahui kebenaran tersebut.
  14. Seandainya bukan karena karunia dan rahmat Allah, Allah pasti akan memberikan hukuman dengan segera, azab juga akan segera turun, dan kedustaan akan segera terungkap. Maka bersegeralah untuk bertaubat.
  15. Allah itu Maha Penerima Taubat lagi Mahahakim. Allah itu tawwab, Maha Menerima Taubat bagi siapa saja yang mau kembali pada Allah dari maksiat. Allah itu hakim, yaitu bijaksana dalam hal syariat hukuman hadd yang ditetapkan dan sangat jelas dalam menyampaikan hukum yang ada.

Jika Istri Berselingkuh dengan Laki-Laki Lain dan Suami Ingin Mempertahankan

Ketika itu, istri wajib melakukan istibra’, menunggu sekali haidh sebelum berhubungan intim dengan suami. Jika memang istri tidak haidh lantas hamil, maka anak yang dilahirkan jadi milik suami. Dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ ، وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Sang anak dinisbatkan kepada ayah yang sah sebagi suami ibunya, sedangkan pelaku zina dijauhi.” (HR. Bukhari, no. 2053 dan Muslim, no. 1457). Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Karim – Surat An-Nuur, hlm. 42-43.

Baca Juga : Mengatur Masalah Rumah Tangga

Semoga bermanfaat, moga Allah memberi taufik dan hidayah untuk meninggalkan yang haram. Semoga kita menjadi hamba yang bertaubat dan mau kembali pada Allah.

432 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Mengatur Masalah Rumah Tangga

Bagaimana Islam Mengatur Masalah Rumah Tangga? Bisa renungkan dalam ayat yang dikaji berikut.

 

Renungan Ayat Pilihan: Surat An-Nisa’ ayat 34

Allah Ta’ala berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisaa’ : 34)

 

Laki-Laki adalah Pemimpin bagi Wanita

Yang dimaksud adalah laki-laki sebagai pemimpin bisa memaksakan orang dalam rumah untuk menjalankan kewajiban kepada Allah, dan melarang mereka dari larangan Allah. Juga dinyatakan sebagai pemimpin karena laki-laki bertanggungjawab memberikan nafkah kepada istri berupa pakaian dan tempat tinggal.

Apa sebab sampai laki-laki dikatakan sebagai pemimpin?

Sebab pertama, karena laki-laki telah dilebihkan dari perempuan. Dilebihkan di sini dalam beberapa hal:

  1. Dalam masalah kepemimpinan hanya laki-laki yang berhak.
  2. Kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada laki-laki.
  3. Ibadah-ibadah dipimpin oleh laki-laki seperti ibadah jihad, shalat ‘ied, dan shalat Jumat.
  4. Dalam hal berpikir dan kesabaran, laki-laki lebih unggul daripada perempuan.

Sebab kedua, karena laki-laki yang bertanggungjawab memberikan nafkah kepada para istri. 

Kewajiban Wanita Shalihah

Tugas wanita shalihah disebutkan dalam ayat, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

Tugas wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan taat kepada suami.

Qanitat yang dimaksud adalah wanita yang taat kepada Allah.

Hafizhat lil ghaibi yang dimaksud adalah wanita yang taat kepada suaminya walau suaminya tidak berada di tempat, ia tetap menjaga dirinya dan harta suami. 

Itu semua bisa dilakukan karena Allah yang menjaga dirinya, Allah yang memberikan taufik, bukan atas usaha dia semata.

 

Menasihati Istri yang Nusyuz

Istri yang nusyuz adalah istri yang enggan menaati suami, ia mendurhakai suami dengan perkataan dan perbuatannya.

Cara mengatasi istri semacam ini adalah dengan menempuh tahap demi tahap yang diajarkan oleh syariat.

Langkah pertama adalah menasihati. Ia berikan penjelasan kepada istri tentang kewajibannya untuk taat kepada suami.

Langka kedua dilakukan jika langkah pertama tidak berhasil yaitu dengan memboikot istri (hajer) dengan tidak tidur bersamanya atau tidak menggaulinya sampai istri sadar akan kesalahannya.

Langkah ketiga dilakukan jika langkah kedua tidak berhasil yaitu memukul istri dengan pukulan yang tidak membekas (tidak mengenai wajah, pukulannya mendidik). 

Kalau dari tiap langkah di atas, istri menjadi sadar, maka dianggap masalahnya selesai.

Ayat ini ditutup dengan “Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”, artinya Allah Mahatinggi secara mutlak yaitu dilihat dari sisi zat, kedudukan, dan kekuasaan (‘uluw zat, qadr, dan qahr). Allah juga Mahabesar, yaitu tidak ada yang lebih besar dan lebih agung daripada Allah. Allah Mahabesar dari sisi zat dan sifat.

408 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Agar Si Dia Atau Suami Tidak Selingkuh

Agar Si Dia Atau Suami Tidak Selingkuh – Model selingkuh “zaman now” bermacam-macam. Ada yang modelnya dengan teman kantor, ada yang dengan tetangga dekat rumah, ada yang dengan suami/istri dari sahabatnya, ada yang dengan orang yang banyak beri perhatian padanya, ada juga yang karena balas budi kepada yang biasa memberinya materi.

Tulisan kali ini adalah kiat berharga yang moga bisa mencegah perselingkuhan pada rumah tangga muslim.

 

Tujuh Kiat Agar Suami Tidak Pindah ke Lain Hati

 

1- Istri serius mendalami agama.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28).

Kalau istri mempelajari agama dengan baik, ia akan menjadi baik, pastinya ia akan mengarahkan suami untuk semakin takut kepada Allah hingga hatinya tidak selingkuh ke lain hati.

Dan ingatlah wanita yang baik pasti mendapatkan laki-laki yang baik,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An-Nuur: 26)

 

2- Taat kepada suami selama dalam kebaikan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasa’i, no. 3231 dan Ahmad, 2:251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Ingatlah, taat pada suami adalah jalan menuju surga. Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

3- Menuruti ajakan suami untuk urusan ranjang.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh.” (HR. Bukhari, no. 5193 dan Muslim, no. 1436).

 

4- Suka dandan di hadapan suami tercinta.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كُنَّا نِسَاؤُنَا يَخْتَضَبْنَ بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحْنَ فَتَحْنَهُ فَتَوَضَّأْنَ وَصَلَّيْنَ ثُمَّ يَخْتَضَبْنَ بَعْدَ الصَّلاَةِ ، فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الظُّهْرِ فَتَحْنَهُ فَتَوَضَّأْنَ وَصَلَّيْنَ فَأَحْسَنَّ خِضَابًا وَلاَ يَمْنَعُ مِنَ الصَّلاَةِ

“Istri-istri kami punya kebiasaan memakai pewarna kuku di malam hari. Jika tiba waktu Shubuh, pewarna tersebut dihilangkan, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Setelah shalat Shubuh, mereka memakai pewarna lagi. Ketika tiba waktu Zhuhur, mereka menghilangkan pewarna tersebut, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Mereka mewarnai kuku dengan bagus, namun tidak menghalangi mereka untuk shalat.” (HR. Ad-Darimi, no. 1093. Syaikh Abu Malik menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih dalam Shahih Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm. 419).

5- Ridha pada pemberian suami dan memiliki sifat qana’ah (merasa cukup).

Karena ridha pada pemberian suami akan membuat seorang istri rajin bersyukur, suami pun akhirnya ridha padanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

Ingatlah bahwa sebab wanita banyak yang masuk neraka karena kurang bersyukur pada pemberian suami sebagai disebutkan dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian sepanjang waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari, no. 5197 dan Muslim, no. 907).

 

6- Perbanyak tinggal di rumah demi keluarga.

Allah Ta’ala memerintahkan wanita agar banyak menetap di rumah,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” (QS Al-Ahzab: 33).

Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”

Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah, no. 1685. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

 

7- Perlu mengingatkan suami ketika salah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Namun ingatlah karena suami yang dinasihati tentu tetap dengan cara yang halus. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim, no. 2594)

Moga Allah memberi taufik dan hidayah.

618 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini